Empat Pilar Logika: Variabel, Percabangan, Perulangan, Fungsi
Hampir setiap program, dari kalkulator sederhana sampai aplikasi besar, tersusun dari empat bahan yang sama. Variabel menyimpan nilai. Percabangan seperti if, elif, dan else di Python atau if, else if, dan else di JavaScript membuat program memilih jalan berdasarkan kondisi. Perulangan for dan while mengerjakan perintah yang sama berkali-kali. Fungsi, yang ditulis dengan def di Python dan function atau arrow function di JavaScript, mengemas sepotong logika supaya bisa dipanggil ulang.
Empat pilar ini sering terasa mudah saat dibaca dan baru terasa sulit saat harus dipakai bersamaan. Program pengecek bilangan genap dan ganjil memakai variabel dan percabangan. Program yang mencetak angka 1 sampai 10 memakai perulangan. Begitu keduanya digabung, misalnya mencetak hanya angka genap dari 1 sampai 50 lewat sebuah fungsi, pembelajar mulai merasakan bagaimana keempatnya saling menopang.
Cara melatihnya sederhana: untuk tiap pilar, pembelajar menyusun minimal tiga contoh kecil buatannya sendiri, lalu mencoba menjelaskan cara kerjanya dengan kalimat sendiri. Kalau penjelasan itu lancar tanpa melihat catatan, pilar tersebut sudah melekat. Kalau tersendat, kembali ke contoh dan ubah nilainya sampai polanya terlihat. Framework dan pustaka canggih sebaiknya menunggu sampai keempat pilar ini terasa wajar di tangan.
Selama variabel, percabangan, perulangan, dan fungsi belum bisa dijelaskan dengan kalimat sendiri, tahan dulu keinginan melompat ke framework.