Ukuran 1/16 sampai 4/4, Rosin, dan Menyetem G-D-A-E
Sebelum nada pertama berbunyi, biola perlu cocok dengan tubuh pemainnya. Ukurannya berjenjang dari 1/16 untuk lengan yang paling pendek, naik ke 1/10, 1/8, 1/4, 1/2, dan 3/4, sampai 4/4 atau ukuran penuh yang dipakai hampir semua remaja dan dewasa. Patokannya panjang lengan kiri yang direntangkan lurus, diukur dari leher sampai pertengahan telapak tangan. Biola yang terlalu besar memaksa siku menjangkau jauh dan membuat jari kesulitan mencapai titik nada; biola yang terlalu kecil membuat jari berdesakan. Mencoba dua ukuran berdampingan di toko alat musik biasanya cepat menjawab mana yang nyaman.
Rosin adalah getah pohon yang dipadatkan menjadi balok kecil. Rambut busur yang belum dirosin terlalu licin untuk mencengkeram senar, sehingga busur nyaris tidak mengeluarkan bunyi. Gosokkan rosin tipis dan merata dari frog sampai tip, lalu tambahkan seperlunya saat suara mulai terasa tipis. Rosin yang berlebihan meninggalkan debu putih di senar dan badan biola, dan suaranya menjadi berpasir. Usap debu itu dengan kain kering seusai latihan supaya pernis biola tetap bersih.
Keempat senar disetem dari yang paling tebal: G, D, A, lalu E, masing-masing berjarak lima nada. Penyetel halus (fine tuner) di tailpiece dipakai untuk geseran kecil, sementara pasak di kepala biola diputar hanya saat nada meleset jauh, perlahan sambil menggesek. Tuner kromatis di ponsel sudah memadai untuk tahap awal. Menyetem di awal setiap latihan membiasakan telinga mendengar acuan yang benar, dan kebiasaan ini sangat berguna begitu jari kiri mulai mencari nada.
Ukuran yang pas, rosin yang tipis, dan empat senar yang selaras adalah syarat sebelum latihan teknik apa pun dimulai.