Membaca Booklet Skema: Reguler, Afirmasi, Targeted, dan PTUD
Keputusan pertama seorang pelamar LPDP adalah skema yang akan dilamar, karena hampir semua ketentuan lain menyesuaikan pilihan itu. LPDP membuka beberapa jalur, di antaranya Reguler, Afirmasi, Targeted, dan Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD). Jalur Reguler terbuka untuk pelamar umum lulusan S1 atau S2 yang memenuhi syarat akademik dan bahasa. Afirmasi ditujukan bagi kelompok sasaran yang dirinci di booklet afirmasi. Targeted menyasar kelompok seperti PNS, TNI, Polri, serta profesi dan bidang prioritas yang dibutuhkan negara. PTUD mengarahkan pelamar ke kampus papan atas dunia dan mensyaratkan LoA unconditional lebih dulu.
Booklet skema dibaca dari halaman pertama sampai lampiran daftar kampus. Selama membaca, pelamar mengisi satu lembar ringkasan dengan lima baris: jenjang yang dibuka (magister atau doktoral), batas usia, IPK minimal, ambang bahasa, serta tanggal buka dan tutup pendaftaran. Tanggal tutup itulah yang nanti dipakai untuk menghitung mundur jadwal tes bahasa, penulisan esai, dan latihan tes bakat skolastik.
Kekeliruan yang sering muncul di tahap ini adalah mengandalkan ringkasan dari media sosial atau cerita teman yang mendaftar tahun lalu. Ringkasan semacam itu jarang memuat pengecualian, misalnya syarat tambahan untuk kampus di luar daftar atau ketentuan khusus jenjang doktoral, padahal ketentuan bisa bergeser tiap periode. Pelamar yang ragu di antara dua skema bisa menulis dua kolom berdampingan: syarat yang sudah terpenuhi hari ini di satu sisi, syarat yang masih perlu dikejar di sisi lain. Kolom yang lebih pendek biasanya menunjukkan jalur yang lebih masuk akal untuk periode ini.
Lembar ringkasan booklet berisi jenjang, usia, IPK, bahasa, dan tenggat menjadi rujukan semua langkah persiapan sesudahnya.