Triple Threat dan Pivot: Pijakan Sebelum Bola Bergerak
Setiap gerakan basket berangkat dari satu posisi yang sama. Pembelajar berdiri dengan kaki selebar bahu, lutut ditekuk, berat badan di ujung telapak kaki, dan bola dipegang dekat pinggang dengan kedua tangan. Posisi ini disebut triple threat karena dari sana tiga pilihan terbuka sekaligus: menggiring, mengoper, atau menembak. Penjaga di depannya sulit menebak pilihan mana yang datang, dan itulah alasan pelatih basket di level mana pun meminta pemainnya kembali ke sikap ini setiap kali bola diterima.
Kesulitannya ada di lutut. Banyak pemula berdiri terlalu tegak begitu bola sampai di tangan, sehingga tubuh lambat bereaksi dan bola mudah direbut. Latihan yang membantu cukup sederhana: pembelajar menerima operan, langsung turun ke sikap triple threat, menahan dua hitungan, lalu berdiri lagi. Setelah diulang dua puluh kali dalam beberapa sesi, gerakan turun itu mulai terjadi tanpa dipikirkan. Saat ada penjaga di depan, badan sedikit menyerong supaya bola terlindung di sisi yang jauh dari tangan lawan.
Pivot melengkapi sikap ini. Satu kaki menjadi kaki tumpu yang harus tetap menempel di lantai, sementara kaki lain bebas melangkah untuk memutar badan ke depan atau ke belakang. Memindahkan kaki tumpu saat memegang bola tanpa menggiring dihitung traveling, dan bola diberikan kepada lawan. Pembelajar biasanya melatih pivot depan dan pivot belakang dengan kaki kiri lalu kaki kanan sebagai tumpu, masing-masing sepuluh putaran, sampai telapak kaki tumpu terasa menancap.
Kalau lutut sudah turun dengan sendirinya setiap kali bola diterima, sikap triple threat mulai tertanam.