Persiapan TOEFL atau IELTS untuk pemula dimulai dengan memilih tes yang sesuai tujuan, lalu menyusun strategi belajar bertahap per keterampilan. TOEFL umumnya diminta institusi di Amerika Serikat, sementara IELTS lebih luas diterima di Inggris, Australia, dan banyak negara lain. Keduanya menguji empat keterampilan yang sama, dengan format dan cara penilaian yang berbeda.
- Pilih tes berdasarkan syarat resmi institusi tujuan, sesuaikan dengan tempat Anda mendaftar
- Ukur level awal dulu supaya target skor dan waktu belajar realistis
- Latih empat keterampilan dengan strategi khusus, ditutup simulasi tes berkala
- Hasil placement test atau perkiraan level CEFR saat ini
- Buku atau materi resmi sesuai tes yang dipilih
- Soal latihan dan simulasi tes (mock test)
- Jadwal belajar mingguan yang terbagi per keterampilan
Sekilas TOEFL iBT dan IELTS
TOEFL dan IELTS menguji hal yang sama dengan cara berbeda
TOEFL iBT dan IELTS sama-sama mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik melalui empat keterampilan: membaca, mendengar, berbicara, dan menulis. Perbedaannya terletak pada format dan suasana ujian. TOEFL iBT berlangsung di komputer dengan soal yang sebagian besar pilihan ganda, dan bagian berbicara direkam lewat mikrofon untuk dinilai kemudian. Aksen yang dominan adalah Amerika. IELTS tersedia dalam versi berbasis kertas maupun komputer, dengan bagian berbicara berupa wawancara langsung tatap muka bersama penguji. Aksennya beragam, termasuk British dan Australian. Pemilihan tes sebaiknya mengikuti syarat institusi tujuan. Universitas dan lembaga di Amerika Serikat umumnya akrab dengan TOEFL, sementara Inggris, Australia, Selandia Baru, Kanada, dan keperluan imigrasi banyak negara lebih sering meminta IELTS. Banyak institusi menerima keduanya, sehingga langkah pertama yang paling aman adalah memeriksa langsung persyaratan resmi tempat tujuan.
Perbandingan TOEFL iBT dan IELTS Academic
| Aspek | TOEFL iBT | IELTS Academic |
|---|---|---|
| Penyelenggara | ETS (Amerika Serikat) | British Council, IDP, Cambridge |
| Rentang skor | 0 sampai 120 | Band 0 sampai 9 |
| Format | Berbasis komputer | Berbasis kertas atau komputer |
| Bagian Speaking | Direkam lewat mikrofon | Wawancara langsung dengan penguji |
| Aksen dominan | Amerika | Beragam: British, Australian, dan lainnya |
| Paling sering diminta | Institusi di Amerika Serikat | Inggris, Australia, dan imigrasi banyak negara |
Selalu periksa syarat resmi institusi tujuan, karena banyak lembaga menerima kedua tes. Detail format dapat berubah, rujuk situs resmi ETS dan British Council untuk informasi terkini.
6 Langkah Persiapan TOEFL atau IELTS dari Awal
Enam langkah ini membawa pemula dari memilih tes sampai siap menghadapi hari ujian. Kerjakan berurutan supaya persiapan terarah dan tidak boros waktu.
- 1
Tentukan tes berdasarkan tujuan
Langkah pertama adalah memeriksa syarat resmi institusi atau program tujuan, lalu memilih tes yang diminta. Jika tujuannya beasiswa atau kampus di Amerika Serikat, TOEFL sering menjadi pilihan utama. Untuk Inggris, Australia, atau keperluan imigrasi, IELTS lebih lazim. Perhatikan juga preferensi pribadi: yang nyaman mengetik di komputer cenderung cocok dengan TOEFL, yang lebih suka wawancara langsung mungkin lebih tenang dengan IELTS.
Tips- Buka situs resmi kampus atau lembaga tujuan, catat tes dan skor minimum yang diminta
- Bila keduanya diterima, pilih yang formatnya paling nyaman bagi Anda
- 2
Ukur level awal dan tetapkan target skor
Sebelum belajar, ketahui posisi awal lewat placement test atau simulasi singkat. Level CEFR memberi gambaran: skor IELTS 6.5 atau TOEFL sekitar 80 umumnya setara CEFR B2, yang menjadi syarat banyak universitas. Bandingkan level awal dengan target institusi untuk memperkirakan jarak yang harus ditempuh. Target yang realistis menjaga motivasi dan mencegah kecewa.
Tips- Kerjakan satu simulasi tes lengkap untuk tahu skor awal yang jujur
- Tetapkan target sesuai syarat institusi, beri margin satu tingkat di atasnya
Konversi skor antar tes bersifat perkiraan dan dapat berbeda menurut sumber. Gunakan sebagai panduan kasar, lalu rujuk syarat resmi institusi tujuan. - 3
Bangun fondasi bahasa sebelum menggenjot strategi tes
Tes ini mengukur kemampuan bahasa yang sesungguhnya, jadi trik mengerjakan soal tidak banyak menolong tanpa fondasi yang cukup. Bila level awal masih di bawah B1, perkuat dulu kosakata akademik, tata bahasa, dan kebiasaan membaca serta mendengar bahasa Inggris. Fondasi yang kokoh membuat strategi tes jauh lebih berdampak pada tahap berikutnya.
Tips- Perbanyak membaca artikel akademik pendek dan mendengar materi berbahasa Inggris
- Kumpulkan kosakata akademik yang sering muncul dalam soal tes
- 4
Latih empat keterampilan dengan strategi khusus
Tiap keterampilan punya teknik tersendiri. Reading menuntut kemampuan menangkap ide pokok dan memindai detail dengan cepat. Listening melatih mencatat poin penting sambil menyimak. Writing memerlukan struktur esai yang jelas beserta argumen yang tertata. Speaking butuh jawaban terorganisir dalam waktu terbatas. Bagilah waktu belajar mingguan supaya keempatnya terlatih merata, dengan porsi lebih untuk keterampilan yang paling lemah.
Tips- Pelajari format tiap bagian tes supaya tidak kaget saat ujian
- Beri porsi latihan lebih besar untuk keterampilan dengan skor awal terendah
- 5
Kerjakan simulasi tes dengan kondisi nyata
Simulasi tes penuh dengan batas waktu melatih stamina dan manajemen waktu yang sering menjadi pembeda. Kerjakan mock test secara berkala memakai materi resmi, dalam kondisi semirip mungkin dengan ujian asli: tanpa jeda, dengan timer, dan tanpa bantuan. Analisis hasilnya untuk menemukan pola kesalahan, lalu perbaiki sebelum simulasi berikutnya.
Tips- Gunakan materi latihan resmi ETS atau British Council agar tingkat kesulitannya akurat
- Catat tipe soal yang sering salah, jadikan fokus perbaikan minggu berikutnya
- 6
Siapkan strategi hari ujian
Persiapan teknis di hari H mencegah skor turun karena hal di luar kemampuan bahasa. Kenali alur ujian, atur ritme menjawab agar tidak kehabisan waktu, dan kelola rasa gugup dengan latihan pernapasan singkat. Tidur cukup malam sebelumnya dan datang lebih awal. Ketenangan di hari ujian membantu menampilkan kemampuan yang sudah dibangun selama persiapan.
Tips- Lakukan satu simulasi penuh di jam yang sama dengan jadwal ujian
- Siapkan dokumen identitas dan rute lokasi tes sehari sebelumnya
“Kesalahan paling umum pemula adalah langsung mengejar trik soal sebelum fondasi bahasanya cukup. Begitu kemampuan dasar dibangun lebih dulu, strategi tes baru benar-benar menaikkan skor, dan persiapannya jadi jauh lebih singkat.”
Empat Keterampilan dan Fokus Latihannya
Reading
Latih menangkap ide pokok dan memindai detail dengan cepat dalam batas waktu. Perbanyak kosakata akademik.
Listening
Biasakan mencatat poin penting sambil menyimak berbagai aksen. Latih dengan rekaman berkecepatan normal.
Writing
Kuasai struktur esai: pembuka, isi beralur, penutup. Latih menulis dengan batas waktu dan minta koreksi.
Speaking
Susun jawaban terorganisir dalam waktu singkat. Latih merespons pertanyaan umum dengan struktur jelas.
Checklist Persiapan Sebelum Mendaftar Tes
- Sudah memeriksa tes dan skor minimum yang diminta institusi tujuan
- Sudah tahu skor awal dari satu simulasi tes lengkap
- Target skor realistis sudah ditetapkan dengan margin aman
- Jadwal belajar mingguan terbagi untuk empat keterampilan
- Sudah pernah mengerjakan minimal dua mock test dengan kondisi nyata
- Skor simulasi terakhir sudah mendekati atau mencapai target
Belajar Mandiri vs Bimbingan Persiapan Tes
- Banyak materi resmi dan latihan gratis tersedia daring
- Fleksibel menyesuaikan jadwal dan kecepatan sendiri
- Hemat biaya untuk yang fondasinya sudah kuat
- Writing dan Speaking sulit dinilai akurat tanpa koreksi ahli
- Mudah salah memperkirakan target dan boros waktu tanpa peta belajar
- Tutor memberi umpan balik terarah dan strategi yang mempersingkat waktu persiapan
- Pilih TOEFL atau IELTS berdasarkan syarat resmi institusi tujuan, sesuai tempat Anda mendaftar
- Ukur level awal dan tetapkan target realistis sebelum menyusun jadwal belajar empat keterampilan
- Bangun fondasi bahasa lebih dulu, baru strategi tes dan simulasi berkala memberi dampak maksimal
