Bola Memantul Pertama: Menghitung Frame dalam Satu Kali Jatuh
Latihan bola memantul terlihat remeh, dan karena itulah banyak pemula ingin cepat melewatinya. Padahal di satu bola yang jatuh, menyentuh lantai, lalu memantul makin rendah, tersimpan hampir semua pelajaran timing yang akan dipakai bertahun-tahun. Bola tidak punya wajah, tangan, atau kostum yang mengalihkan perhatian, jadi satu-satunya hal yang dinilai mata adalah apakah geraknya meyakinkan.
Mulailah dengan menentukan jumlah frame. Pada 24 frame per detik, pantulan pertama bola karet biasanya terasa wajar bila waktu dari puncak ke lantai sekitar setengah detik, lalu tiap pantulan berikutnya makin pendek. Tulis angka itu di catatan sebelum menggambar: puncak di frame 1, lantai di frame 12, puncak kedua di frame 21, dan seterusnya. Angka ini titik awal yang nanti disesuaikan setelah playback, tetapi menuliskannya lebih dulu memaksa pembelajar berpikir tentang waktu sebelum bentuk.
Setelah satu versi jadi, buat versi kedua dengan bola bowling. Bola berat jatuh dengan percepatan yang sama, tetapi hampir tidak memantul dan berhenti jauh lebih cepat. Membandingkan dua klip berdampingan adalah cara paling cepat merasakan bahwa bobot di animasi lahir dari timing dan jumlah pantulan. Banyak pembelajar baru benar-benar paham konsep berat di titik ini, sesudah melihat sendiri betapa beda dua bola dengan gambar yang sama bulatnya.
Tulis angka frame di catatan sebelum menggambar bola, lalu biarkan playback yang memutuskan apakah angkanya perlu digeser.