Tren Mata Pelajaran Paling Dicari 2026
Peringkat permintaan les privat, dari matematika hingga kecerdasan buatan, dan bagaimana ia bergeser antara semester ganjil dan genap.
Peringkat permintaan les privat, dari matematika hingga kecerdasan buatan, dan bagaimana ia bergeser antara semester ganjil dan genap.
Permintaan les privat Indonesia tahun 2026 dipimpin Matematika, disusul Bahasa Inggris dan calistung untuk anak usia dini. Mengaji bertahan stabil, sementara coding dan kecerdasan buatan naik seiring masuknya keduanya ke kurikulum nasional. Peringkat ini bergeser tajam menurut musim: persiapan tes memuncak di semester genap, calistung di semester ganjil. Laporan menyajikan seluruh angka dalam bentuk indeks relatif.
Pertanyaan yang paling sering muncul dari keluarga Indonesia menyangkut satu hal: mata pelajaran apa yang paling menentukan masa depan anak. Laporan ini menjawabnya dengan memetakan permintaan les privat sepanjang satu tahun ajaran penuh, dari semester ganjil 2025 hingga semester genap 2026, dan menyusunnya menjadi peringkat terindeks yang jujur tentang apa yang benar-benar dicari.
Puncak peringkat ditempati Matematika, yang menjadi tolok ukur seluruh indeks. Bahasa Inggris menyusul, lalu calistung untuk anak usia dini yang menandai betapa dininya keluarga mulai mendampingi belajar. Sains, mengaji, dan persiapan tes membentuk lapisan tengah, sementara coding dan kecerdasan buatan menutup delapan besar sebagai kategori yang tumbuh paling cepat.
Peringkat ini tidak diam sepanjang tahun. Persiapan tes membumbung di semester genap seiring musim seleksi masuk perguruan tinggi, calistung memuncak di semester ganjil saat tahun ajaran baru dimulai, dan mengaji menguat di semester genap yang beririsan dengan bulan Ramadan. Coding dan kecerdasan buatan naik setelah keduanya resmi masuk kurikulum nasional pada tahun ajaran 2025/2026.
Seluruh angka internal disajikan sebagai indeks relatif untuk menjaga kerahasiaan, sedangkan klaim faktual bersandar pada peraturan dan statistik resmi. Laporan ini memotret struktur dan irama permintaan, bukan volume mutlak, agar keluarga dan penyedia layanan dapat membaca arah pasar dengan lebih tenang.
Permintaan les privat bergerak mengikuti kebutuhan kurikulum, tekanan seleksi, dan aspirasi keluarga, sehingga peringkat mata pelajaran menjadi cermin prioritas belajar bangsa.
Setiap keluarga yang mencari les privat sesungguhnya sedang menyatakan sebuah prioritas. Pilihan mata pelajaran memperlihatkan apa yang dianggap paling menentukan bagi masa depan anak, entah itu penguasaan konsep berjenjang, kesiapan menghadapi seleksi, atau bekal keterampilan yang belum diajarkan sekolah. Laporan ini membaca kumpulan pilihan tersebut sebagai sinyal, lalu menyusunnya menjadi peringkat yang terukur.
Membaca permintaan sebagai peringkat memberi dua manfaat sekaligus. Bagi keluarga, ia menunjukkan mata pelajaran mana yang paling banyak menuntut pendampingan tambahan, sehingga perencanaan belajar terasa lebih matang. Bagi penyedia layanan, ia memetakan tempat kebutuhan terpusat, sekaligus celah yang belum banyak terisi.
Cakupan laporan adalah permintaan les privat di seluruh Indonesia sepanjang satu tahun ajaran, mencakup jenjang anak usia dini hingga persiapan masuk perguruan tinggi. Delapan kategori teratas dianalisis mendalam, dari Matematika sampai kecerdasan buatan. Setiap angka internal disajikan terindeks sebagai struktur dan arah permintaan, sementara fakta eksternal dikutip dari peraturan dan statistik resmi dengan penanda yang jelas.
Kebijakan kurikulum nasional, dari penguatan literasi-numerasi hingga masuknya mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial, ikut menentukan mata pelajaran yang paling dicari keluarga.
Permintaan les privat tidak muncul di ruang hampa. Ia mengikuti kurikulum yang berlaku di sekolah, karena keluarga mencari pendampingan untuk materi yang dinilai paling menantang atau paling menentukan. Melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024, Kurikulum Merdeka ditetapkan sebagai kerangka kurikulum nasional untuk jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan menengah, dengan penekanan pada penguatan literasi dan numerasi.
Penekanan pada numerasi menyalakan permintaan Matematika, sedangkan penguatan literasi menopang kebutuhan Bahasa Inggris dan calistung untuk anak usia dini. Pada tahun ajaran 2025/2026, lanskap ini melebar dengan hadirnya keterampilan digital sebagai bagian resmi kurikulum, sesuatu yang sebelumnya hanya hidup di kegiatan ekstrakurikuler.
Melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025, mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial mulai diterapkan secara bertahap sejak kelas 5 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA/SMK, dengan alokasi dua jam pelajaran per minggu. Kehadiran resmi ini menjelaskan mengapa permintaan les coding dan kecerdasan buatan bergerak naik dari kategori pinggiran menuju arus utama.
Sumber: Permendikbudristek No. 12 Tahun 2024; Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 tentang Koding dan Kecerdasan Artifisial; analisis internal EduPoint (terindeks).
Matematika memimpin permintaan les privat 2026 dengan indeks 100, disusul Bahasa Inggris, calistung, dan Sains, sementara coding dan kecerdasan buatan menutup delapan besar sebagai kategori tercepat tumbuh.
Matematika berdiri di puncak permintaan les privat sepanjang tahun ajaran ini, mengukuhkan posisinya sebagai inti kebutuhan belajar keluarga Indonesia. Bahasa Inggris menyusul pada indeks 78, lalu calistung untuk anak usia dini pada indeks 61 yang menandai betapa dini keluarga mulai mencari pendampingan.
Indeks permintaan relatif, kategori pemuncak = 100. Label bahasa Indonesia dan Inggris untuk mata pelajaran yang sama digabung; angka mutlak tidak ditampilkan; kategori dengan sampel kecil disembunyikan demi keterwakilan.
Lapisan tengah peringkat dihuni Sains pada indeks 55, mengaji pada 46, dan persiapan tes pada 43. Ketiganya mewakili tiga kebutuhan yang berbeda: penguasaan akademik, pembentukan karakter dan keimanan, serta kesiapan menghadapi seleksi. Coding dan kecerdasan buatan menutup delapan besar pada indeks 30 dan 23, angka yang terlihat kecil namun bergerak paling cepat dibanding kategori mana pun.
Peringkat ini menggambarkan struktur permintaan pada satu tahun ajaran penuh, sehingga meredam bias musiman yang dibahas pada bab tersendiri. Setiap kategori teratas ditelaah lebih dalam pada bab-bab berikut, dari alasan Matematika bertahan di puncak hingga sebab coding dan kecerdasan buatan menanjak.
Sumber: Analisis internal EduPoint (terindeks), permintaan les privat Juli 2025 hingga Juni 2026.
Matematika memimpin permintaan karena sifatnya yang berjenjang dan capaian numerasi nasional yang masih di bawah rata-rata internasional, sehingga keluarga paling cepat mencari pendampingan begitu anak tertinggal.
Matematika bertahan di puncak permintaan karena sifatnya yang kumulatif. Satu konsep yang terlewat mengganjal konsep di atasnya, sehingga ketertinggalan cepat menumpuk bila tidak segera ditangani. Kondisi inilah yang membuat keluarga paling sigap mencari pendampingan begitu anak tersendat pada satu topik.
Tekanan itu diperkuat capaian numerasi nasional. Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 mencatat skor matematika Indonesia sebesar 366, jauh di bawah rata-rata OECD 472, dan hanya sekitar 18 persen siswa mencapai level minimum kecakapan numerasi. Jarak antara materi yang diajarkan dan penguasaan yang sesungguhnya inilah yang paling sering mendorong keluarga mencari les Matematika.
| Domain | Indonesia | Rata-rata OECD |
|---|---|---|
| Matematika | 366 | 472 |
| Membaca | 359 | 476 |
| Sains | 383 | 485 |
Permintaan Matematika juga menyebar merata di seluruh jenjang, dari aritmetika dasar di sekolah dasar hingga kalkulus dan penalaran kuantitatif menjelang seleksi masuk perguruan tinggi. Keluasan jenjang inilah yang menjaga posisinya sebagai tolok ukur bagi seluruh indeks permintaan.
Sumber: OECD, PISA 2022 Results (Indonesia); analisis internal EduPoint (terindeks).
Bahasa Inggris menempati posisi kedua permintaan karena menjadi gerbang menuju pendidikan tinggi, literatur global, dan dunia kerja lintas negara, sementara tantangan literasi nasional menebalkan kebutuhannya.
Bahasa Inggris menempati posisi kedua permintaan karena fungsinya yang melampaui ruang kelas. Ia menjadi gerbang menuju pendidikan tinggi, literatur global, dan dunia kerja lintas negara, sehingga keluarga menganggap penguasaannya sebagai bekal jangka panjang. Kurikulum nasional memperkenalkannya sejak dini, dan aspirasi keluarga untuk studi maupun karier internasional menebalkan permintaannya.
Tantangan literasi turut berperan. Skor membaca Indonesia pada PISA 2022 sebesar 359, berbanding rata-rata OECD 476, memperlihatkan ruang perbaikan yang lebar dalam kemampuan memahami teks. Karena penguasaan bahasa asing berpijak pada literasi yang kuat, keluarga menautkan les Bahasa Inggris dengan upaya memperbaiki kemampuan membaca sekaligus berbicara.
Permintaan Bahasa Inggris mencakup ragam kebutuhan yang lebar, dari percakapan sehari-hari, persiapan ujian sekolah, hingga penyiapan skor untuk studi lanjut. Keragaman ini membuat permintaannya lebih merata sepanjang tahun dibanding kategori yang terikat kalender seleksi, sebuah pola yang diuraikan pada bab musiman.
Sumber: OECD, PISA 2022 Results (Indonesia); analisis internal EduPoint (terindeks).
Calistung menempati posisi ketiga permintaan meski sekolah dilarang mengujikannya saat penerimaan siswa baru, karena keluarga menyiapkan fondasi baca-tulis-hitung anak sebelum masuk sekolah dasar.
Baca, tulis, dan hitung, yang lazim disingkat calistung, menempati posisi ketiga permintaan dengan indeks 61. Angka setinggi ini menunjukkan betapa dini keluarga Indonesia mulai mendampingi belajar anak, jauh sebelum jenjang sekolah dasar penuh.
Yang menarik, permintaan ini justru menguat pada saat kebijakan pendidikan menggeser peran calistung. Melalui gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan, yang diluncurkan sebagai Merdeka Belajar Episode 24 pada 2023 dan diperkuat Surat Edaran Nomor 0759/C/HK.04.01/2023, satuan pendidikan diminta menghapus tes calistung dari proses penerimaan peserta didik baru. Ketentuan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru.
Larangan tes di gerbang sekolah tidak melenyapkan keinginan keluarga menyiapkan anak. Sebagian orang tua tetap mencari pendampingan agar anak nyaman mengenal huruf dan angka sebelum masuk kelas awal, dengan pendekatan yang menyenangkan dan bebas tekanan. Permintaan calistung dengan demikian bergerak dari orientasi lulus tes menuju orientasi membangun fondasi belajar.
Sumber: Kemendikbudristek, Merdeka Belajar Episode 24 (Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan); Surat Edaran No. 0759/C/HK.04.01/2023; Permendikbudristek No. 1 Tahun 2021 tentang PPDB; analisis internal EduPoint (terindeks).
Mengaji bertahan sebagai permintaan yang stabil sepanjang tahun karena menautkan pendidikan akademik dengan pembentukan karakter dan keimanan, dengan puncak di semester genap yang beririsan dengan bulan Ramadan.
Mengaji menempati indeks 46 dan menjadi salah satu permintaan yang paling stabil sepanjang tahun. Bagi banyak keluarga Muslim Indonesia, pendampingan membaca Al-Qur'an berjalan seiring pendidikan akademik, menautkan penguasaan ilmu dengan pembentukan karakter dan keimanan.
Pendidikan agama memiliki pijakan yang kuat dalam sistem pendidikan nasional. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menempatkan pendidikan agama sebagai muatan wajib pada setiap jenjang, sehingga penguatan kemampuan membaca kitab suci di luar sekolah menjadi pelengkap yang wajar bagi keluarga.
Permintaan mengaji melengkapi gambaran bahwa les privat melayani kebutuhan yang lebih luas daripada nilai rapor. Keluarga mencari keseimbangan antara kecakapan akademik dan bekal spiritual, dan les privat hadir untuk keduanya dengan pengajar yang sesuai kebutuhan tiap rumah.
Sumber: UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional; analisis internal EduPoint (terindeks).
Coding dan kecerdasan buatan tumbuh paling cepat di antara seluruh kategori, sejalan dengan masuknya mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial ke kurikulum nasional tahun ajaran 2025/2026.
Coding dan kecerdasan buatan menutup delapan besar pada indeks 30 dan 23, angka yang terlihat kecil namun menyimpan pertumbuhan tercepat di antara seluruh kategori. Keduanya berpindah dari minat pinggiran menuju kebutuhan yang mulai diperhitungkan keluarga, terutama di kota-kota besar.
Pemicu utamanya adalah kebijakan kurikulum. Melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, mata pelajaran pilihan Koding dan Kecerdasan Artifisial resmi masuk kurikulum nasional dan diterapkan bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026, dimulai dari kelas 5 SD, kelas 7 SMP, dan kelas 10 SMA/SMK, dengan alokasi dua jam pelajaran per minggu. Ketika sebuah keterampilan menjadi bagian resmi rapor, keluarga bergerak menyiapkan anak lebih dini.
Indeks pertumbuhan relatif, semester ganjil = 100 sebagai basis. Menggambarkan arah pergerakan permintaan, bukan volume mutlak; angka mutlak tidak ditampilkan.
Mata pelajaran ini dirancang untuk membekali siswa dengan berpikir logis, pemecahan masalah, dan pemahaman etika digital. Keluarga yang menyadari arah ini menganggap coding dan kecerdasan buatan sebagai bekal masa depan yang nyata, sebuah keterampilan yang akan terus terpakai. Ruang tumbuh yang lebar inilah yang layak diantisipasi penyedia les privat.
Sumber: Permendikdasmen No. 13 Tahun 2025 tentang Koding dan Kecerdasan Artifisial; analisis internal EduPoint (terindeks).
Persiapan tes menjadi kategori dengan ayunan musiman paling tajam karena terikat jadwal seleksi masuk perguruan tinggi yang menjaring ratusan ribu peserta setiap tahun dengan keketatan tinggi.
Persiapan tes menempati indeks 43 sepanjang tahun, namun angka tahunan ini menyembunyikan ayunan musiman yang paling tajam di antara seluruh kategori. Pusatnya adalah Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) melalui Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), gerbang utama masuk perguruan tinggi negeri yang jadwalnya berpusat pada semester genap.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Pendaftar | 860.976 |
| Hadir mengikuti ujian | 829.790 |
| Dinyatakan lolos | 253.421 |
| Tingkat keketatan | ± 29% |
Dengan keketatan sekitar 29 persen, hampir tujuh dari sepuluh pendaftar tidak lolos pada jalur ini. Tekanan sebesar itu mendorong keluarga menyiapkan anak jauh hari, dan permintaan persiapan tes memuncak pada bulan-bulan menjelang ujian, yakni sepanjang semester genap.
Materi yang diujikan, meliputi penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, serta literasi bahasa Indonesia dan Inggris, beririsan langsung dengan kategori Matematika dan Bahasa Inggris. Irisan ini membuat sebagian permintaan akademik ikut menghangat pada musim seleksi, memperkuat pola musiman yang dibahas pada bab berikut.
Sumber: SNPMB, Data UTBK-SNBT 2025; analisis internal EduPoint (terindeks).
Peringkat mata pelajaran bergeser tajam menurut musim: persiapan tes dan Bahasa Inggris menguat di semester genap, sedangkan calistung serta coding dan kecerdasan buatan memuncak di semester ganjil.
Peringkat permintaan yang tampak stabil pada rata-rata tahunan sesungguhnya berdenyut kuat menurut musim. Tahun ajaran Indonesia terbagi menjadi semester ganjil, yang berlangsung Juli hingga Desember, dan semester genap, Januari hingga Juni. Setiap kategori mata pelajaran memiliki irama sendiri di antara kedua paruh ini.
Indeks musiman relatif, rata-rata tahunan tiap kategori = 100. Nilai di atas 100 menandai puncak musiman, di bawah 100 menandai palung; angka mutlak tidak ditampilkan. Grafik menampilkan sisi semester genap.
| Mata Pelajaran | Semester Ganjil (Jul-Des) | Semester Genap (Jan-Jun) |
|---|---|---|
| Persiapan Tes | 68 | 132 |
| Calistung | 124 | 76 |
| Coding & AI | 116 | 84 |
| Matematika | 104 | 96 |
| Bahasa Inggris | 98 | 102 |
| Mengaji | 92 | 108 |
Persiapan tes berayun paling lebar. Indeksnya menyusut ke 68 di semester ganjil, lalu melonjak ke 132 di semester genap seiring mendekatnya jadwal SNBT. Calistung bergerak berlawanan arah: memuncak ke 124 di semester ganjil saat tahun ajaran baru dimulai dan keluarga menyiapkan anak masuk sekolah dasar, lalu melandai di semester genap.
Coding dan kecerdasan buatan menguat di semester ganjil, mengikuti jadwal penerapan mata pelajaran pilihan yang dimulai pada awal tahun ajaran. Mengaji sedikit meninggi di semester genap yang beririsan dengan bulan Ramadan, sedangkan Matematika dan Bahasa Inggris bergerak paling rata karena kebutuhannya menyebar di semua jenjang dan musim.
Sumber: Analisis internal EduPoint (terindeks); kalender pendidikan nasional dan jadwal seleksi SNPMB 2025.
Peringkat dan irama musiman permintaan mengarahkan langkah bagi keluarga, penyedia layanan, dan pemangku kebijakan pendidikan.
Matematika akan bertahan di puncak, keterampilan digital menua menjadi arus utama, dan pola musiman semakin dipahami sebagai bagian dari perencanaan belajar keluarga.
Tiga arah tampak menguat menuju tahun ajaran berikutnya. Pertama, Matematika akan bertahan sebagai puncak permintaan karena sifat berjenjangnya dan bobotnya dalam seleksi. Kedua, coding dan kecerdasan buatan bergerak dari kategori pinggiran menuju arus utama, ditopang kehadirannya sebagai mata pelajaran resmi. Ketiga, pola musiman akan semakin dipahami keluarga sebagai bagian dari perencanaan belajar.
Laporan ini memotret satu tahun ajaran penuh, sehingga irama ganjil dan genapnya sudah terbaca jelas. Edisi berikutnya akan menautkan beberapa tahun ajaran agar perubahan antar-tahun terlihat, sekaligus memperhalus pemetaan kategori baru seperti kecerdasan buatan yang pertumbuhannya masih terus bergerak.
Laporan ini memadukan dua lajur data. Lajur internal berasal dari permintaan les privat pada platform EduPoint dan disajikan dalam bentuk terindeks berupa indeks, peringkat, atau pangsa, tanpa angka mutlak. Lajur eksternal berasal dari peraturan dan statistik resmi yang dikutip langsung. Pemisahan ini menjaga kerahasiaan sekaligus kredibilitas.
Permintaan internal mencakup satu tahun ajaran penuh, Juli 2025 hingga Juni 2026, sehingga peringkat tahunan meredam bias musiman. Analisis musiman membandingkan semester ganjil dan genap dalam rentang yang sama.
Permintaan dihitung dari permintaan mata pelajaran yang masuk, lalu dikelompokkan menjadi delapan kategori teratas. Label bahasa Indonesia dan Inggris untuk mata pelajaran yang sama digabung menjadi satu kategori agar peringkat tidak terpecah.
Seluruh besaran internal diubah menjadi indeks, peringkat, atau pangsa relatif dengan kategori pemuncak sebagai basis 100. Tidak ada jumlah mutlak, tarif rupiah, atau metrik bisnis yang ditampilkan. Tujuannya menyajikan struktur dan arah permintaan tanpa membuka data operasional.
Indeks musiman dihitung dengan menetapkan rata-rata tahunan tiap kategori sebagai 100, lalu mengukur permintaan tiap semester terhadapnya. Nilai di atas 100 menandai puncak musiman, di bawah 100 menandai palung.
Kategori dengan sampel kecil disembunyikan untuk menjaga keterwakilan dan privasi. Pembacaan difokuskan pada delapan kategori dengan dukungan data memadai.
Sebagai potret satu tahun ajaran, laporan ini belum menangkap perubahan antar-tahun. Kategori baru seperti coding dan kecerdasan buatan masih tumbuh cepat, sehingga posisinya dapat berubah pada edisi berikutnya. Angka musiman bersandar pada satu siklus tahun ajaran dan akan diperkuat dengan siklus tambahan.
Lampiran A
Rangkuman seluruh indeks yang dipakai dalam laporan ini. Semua nilai bersifat relatif (terindeks) dan tidak mewakili jumlah mutlak.
| Mata Pelajaran | Indeks |
|---|---|
| Matematika | 100 |
| Bahasa Inggris | 78 |
| Calistung (anak usia dini) | 61 |
| Sains / IPA | 55 |
| Mengaji | 46 |
| Persiapan Tes (TPA & UTBK) | 43 |
| Coding / Pemrograman | 30 |
| Kecerdasan Buatan (AI) | 23 |
| Mata Pelajaran | Ganjil (Jul-Des) | Genap (Jan-Jun) |
|---|---|---|
| Persiapan Tes | 68 | 132 |
| Calistung | 124 | 76 |
| Coding & AI | 116 | 84 |
| Matematika | 104 | 96 |
| Bahasa Inggris | 98 | 102 |
| Mengaji | 92 | 108 |
Lampiran B
Tim Riset EduPoint. (2026). Tren Mata Pelajaran Paling Dicari 2026: Peringkat Les Privat. Riset Pendidikan EduPoint. EduPoint Indonesia. https://edupoint.id/id/riset/laporan/tren-mata-pelajaran-dicari-2026
@techreport{edupoint-tren-mata-pelajaran-dicari-2026-2026,
title = {Tren Mata Pelajaran Paling Dicari 2026: Peringkat Les Privat},
author = {{Tim Riset EduPoint}},
institution = {EduPoint Indonesia},
type = {Riset Pendidikan EduPoint},
year = {2026},
url = {https://edupoint.id/id/riset/laporan/tren-mata-pelajaran-dicari-2026},
}EduPoint menghubungkan keluarga dengan guru les privat berkualitas di seluruh Indonesia, untuk akademik, calistung, mengaji, persiapan tes, hingga coding dan kecerdasan buatan.
Cari Guru Les Privat