Profil Guru Les: Sebaran Kampus dan Jurusan 2026
Proporsi almamater, rumpun jurusan, dan jenjang akademik para pengajar les privat di seluruh negeri.
Proporsi almamater, rumpun jurusan, dan jenjang akademik para pengajar les privat di seluruh negeri.
Kumpulan pengajar les privat Indonesia pada 2026 didominasi lulusan rumpun keguruan, disusul sains dan teknologi, dengan mayoritas berjenjang sarjana. Almamater terkonsentrasi di kampus keguruan dan perguruan tinggi negeri di koridor Jawa. Laporan ini memetakan proporsi latar pendidikan pengajar sebagai sinyal keahlian, berdasarkan data terindeks dan statistik resmi.
Kepercayaan pada les privat berpijak pada satu pertanyaan sederhana: siapa yang mengajar. Latar pendidikan pengajar adalah sinyal paling awal yang dibaca keluarga sebelum mempercayakan anak pada seorang guru. Laporan ini menelusuri sinyal itu dengan memetakan proporsi almamater, rumpun jurusan, dan jenjang akademik para pengajar les privat pada paruh pertama 2026, melalui data internal terindeks yang disandingkan dengan statistik resmi.
Peta yang muncul menunjukkan kumpulan pengajar yang berakar pada rumpun keguruan. Lulusan kampus pendidikan dan program kependidikan membentuk latar terbesar, membawa bekal pedagogi formal ke ruang belajar satu guru satu murid. Rumpun sains dan teknologi menyusul pada proporsi terbesar kedua, menopang permintaan mata pelajaran eksakta yang selama ini paling banyak dicari keluarga.
Dari sisi almamater, keterwakilan dipimpin kampus keguruan terkemuka dan perguruan tinggi negeri di koridor Jawa. Pola ini selaras dengan sebaran mahasiswa nasional: bidang pendidikan tercatat sebagai program studi dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia, dan Pulau Jawa memusatkan sebagian besar populasi mahasiswa. Mayoritas pengajar berjenjang sarjana, dengan proporsi kecil bergelar magister dan doktor.
Seluruh besaran internal disajikan sebagai proporsi dan indeks relatif demi menjaga kerahasiaan, sementara klaim faktual disandarkan pada sumber resmi PDDikti, Badan Pusat Statistik, dan OECD. Laporan ini memotret struktur latar pendidikan pengajar sebagai rujukan bagi keluarga yang menimbang kualitas pendampingan, dan bagi penyedia layanan yang menjaga mutu.
Latar pendidikan seorang pengajar adalah sinyal keahlian paling awal yang dibaca keluarga, dan menjadi fondasi kepercayaan pada layanan les privat.
Ketika sebuah keluarga mempercayakan anaknya pada seorang guru les privat, pertimbangan pertama yang muncul biasanya menyangkut latar sang pengajar: dari kampus mana ia berasal, jurusan apa yang ditempuhnya, dan seberapa dalam ia menguasai bidang yang akan diajarkannya. Latar pendidikan menjadi sinyal keahlian yang paling mudah dibaca sebelum proses belajar dimulai.
Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan pentingnya kualifikasi akademik bagi tenaga pengajar. Meski les privat berdiri di jalur pendidikan nonformal, semangat yang sama berlaku: latar akademik yang jelas menjadi jaminan awal bahwa penguasaan materi dan kemampuan mengajar berjalan seiring.
Laporan ini memusatkan perhatian pada profil para pengajar les privat di Indonesia sepanjang paruh pertama 2026. Fokusnya terletak pada proporsi: bagaimana rumpun jurusan tersebar, kampus mana yang paling banyak terwakili, dan jenjang akademik apa yang mendominasi. Tujuannya membangun rujukan yang jujur tentang siapa yang berdiri di depan anak-anak Indonesia setiap sore.
Setiap angka internal disajikan sebagai proporsi atau indeks relatif, memperlihatkan struktur dan bentuk, tanpa membuka jumlah mutlak. Fakta eksternal dikutip langsung dari sumber resmi dan ditandai jelas. Dengan cara ini, pembaca memperoleh potret latar pengajar yang dapat dipercaya sekaligus terjaga kerahasiaannya.
Pengajar les privat mengalir dari sistem pendidikan tinggi yang luas, dengan jutaan mahasiswa yang tersebar di ribuan kampus di seluruh Indonesia.
Para pengajar les privat tidak muncul dari ruang hampa; mereka mengalir dari sistem pendidikan tinggi Indonesia yang berskala besar. Pada tahun ajaran 2024/2025, Badan Pusat Statistik mencatat sekitar 2.840 perguruan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, terdiri atas 127 perguruan tinggi negeri dan 2.713 perguruan tinggi swasta.
| Indikator | Nilai 2024 |
|---|---|
| Perguruan tinggi negeri | 127 lembaga |
| Perguruan tinggi swasta | 2.713 lembaga |
| Total mahasiswa (Kemdiktisaintek) | ± 8,47 juta |
Dari himpunan talenta seluas inilah les privat menarik pengajarnya: mahasiswa tingkat akhir yang ingin menajamkan ilmu sambil mengajar, serta lulusan segar yang membawa penguasaan materi yang masih hangat. Struktur himpunan ini, dari jurusan apa mereka berasal hingga di mana kampusnya berdiri, membentuk profil pengajar yang dipetakan laporan ini.
Bab-bab berikutnya membedah proporsi latar itu satu per satu: rumpun jurusan yang paling banyak menyumbang, kampus yang paling sering muncul, sebaran geografisnya, hingga jenjang akademik pengajar. Semuanya dibaca sebagai bentuk struktur, bukan angka mutlak.
Rumpun keguruan dan kependidikan menjadi latar terbesar pengajar les privat, diikuti rumpun sains dan teknologi.
Ditata menurut rumpun jurusan, kumpulan pengajar les privat memperlihatkan tulang punggung yang jelas. Rumpun keguruan dan kependidikan menempati proporsi terbesar, menyumbang sekitar sepertiga dari seluruh pengajar. Rumpun sains dan teknologi menyusul pada posisi kedua, membawa penguasaan mata pelajaran eksakta yang paling banyak dicari.
Pangsa relatif antar-rumpun (persen), berbasis komposisi internal Februari–Juni 2026. Angka mutlak tidak ditampilkan; rumpun dengan sampel kecil digabung ke kategori lainnya demi keterwakilan.
Rumpun bahasa dan humaniora menopang permintaan Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya, sementara rumpun ekonomi, bisnis, dan sosial melayani mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial serta persiapan studi terkait. Rumpun kesehatan dan ilmu hayati hadir pada porsi lebih kecil, menopang Biologi dan persiapan program kedokteran. Rumpun seni melengkapi ragam kebutuhan di luar akademik inti.
Proporsi ini disajikan sebagai pangsa relatif antar-rumpun, memperlihatkan bentuk kumpulan pengajar tanpa membuka jumlah mentah. Setiap rumpun ditelaah lebih jauh pada bab-bab deep-dive berikutnya.
Sumber: Analisis internal EduPoint (terindeks), komposisi pengajar Februari–Juni 2026.
Dominasi rumpun keguruan berakar pada besarnya kapasitas Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan yang mencetak calon pengajar setiap tahun.
Posisi rumpun keguruan sebagai latar terbesar pengajar bukan kebetulan. Ia berpijak pada infrastruktur pendidikan guru yang luas. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, atau LPTK, tersebar di ratusan kampus negeri dan swasta di seluruh Indonesia, meliputi universitas pendidikan, fakultas keguruan, hingga sekolah tinggi keguruan.
Skala keluaran LPTK sangat besar. Setiap tahun ratusan ribu lulusan program kependidikan memasuki dunia kerja, jauh melampaui kebutuhan formasi guru di sekolah. Sebagian dari mereka menyalurkan keahlian mengajarnya melalui jalur les privat, membawa penguasaan materi sekaligus keterampilan pedagogi yang mereka pelajari secara khusus.
Warisan LPTK inilah yang menjelaskan mengapa banyak pengajar les privat memiliki bekal pedagogi formal di samping penguasaan bidang. Bagi keluarga, latar keguruan menandakan seorang pengajar terbiasa merancang cara menyampaikan materi sekaligus menguasainya.
Sumber: Kemendikdasmen, Direktorat Pendidikan Profesi Guru; UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; analisis internal EduPoint (terindeks).
Rumpun sains dan teknologi menjadi pemasok utama pengajar mata pelajaran eksakta, sejalan dengan tantangan capaian numerasi dan sains nasional.
Rumpun sains dan teknologi menempati proporsi terbesar kedua dalam kumpulan pengajar. Dari sinilah mengalir pengajar Matematika lanjut, Fisika, Kimia, serta keterampilan digital seperti pemrograman. Latar teknik dan ilmu pengetahuan alam membekali mereka dengan penalaran kuantitatif yang menjadi inti mata pelajaran eksakta.
| Domain | Indonesia | Rata-rata OECD |
|---|---|---|
| Matematika | 366 | 472 |
| Sains | 383 | 485 |
Kehadiran rumpun ini menjawab kebutuhan yang nyata. Hasil Programme for International Student Assessment 2022 menempatkan capaian matematika dan sains Indonesia di bawah rata-rata OECD, menandai jarak antara kurikulum dan penguasaan yang paling sering menuntut pendampingan. Pengajar berlatar sains dan teknologi berdiri tepat di titik jarak itu.
Perguruan tinggi negeri bidang sains dan teknologi menjadi penyumbang penting rumpun ini. Kombinasi penguasaan materi yang dalam dengan reputasi kampus asal menjadikan mereka salah satu latar yang paling dicari keluarga untuk mata pelajaran eksakta menjelang seleksi.
Sumber: OECD, PISA 2022 Results (Indonesia); analisis internal EduPoint (terindeks).
Rumpun bahasa dan humaniora menopang permintaan Bahasa Inggris dan bahasa asing, gerbang menuju studi lanjut dan karier lintas negara.
Rumpun bahasa dan humaniora menyumbang porsi yang stabil dalam kumpulan pengajar. Dari sinilah datang para pengajar Bahasa Inggris, bahasa asing lain seperti Mandarin, serta pendamping persiapan tes kemampuan bahasa. Latar sastra, pendidikan bahasa, dan linguistik memberi mereka kepekaan pada struktur dan makna bahasa.
Permintaan pada rumpun ini berakar pada aspirasi keluarga. Bahasa Inggris menjadi gerbang menuju pendidikan tinggi, literatur global, dan dunia kerja lintas negara. Capaian literasi membaca Indonesia pada PISA 2022 sebesar 359, di bawah rata-rata OECD 476, memperlihatkan tantangan literasi yang turut menebalkan kebutuhan pendampingan bahasa.
Pengajar rumpun bahasa kerap memadukan penguasaan tata bahasa dengan pengalaman komunikasi nyata. Sebagian membawa latar pendidikan bahasa dari kampus keguruan, sebagian lain dari program sastra dan hubungan internasional, menghadirkan ragam pendekatan yang memperkaya cara belajar bahasa.
Sumber: OECD, PISA 2022 Results (Indonesia); analisis internal EduPoint (terindeks).
Rumpun ekonomi, bisnis, dan sosial melayani mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial dan persiapan studi terkait, mencerminkan besarnya bidang ini secara nasional.
Rumpun ekonomi, bisnis, dan ilmu sosial menyumbang porsi yang berarti dalam kumpulan pengajar. Dari sinilah mengalir pendamping mata pelajaran ekonomi, akuntansi, sosiologi, geografi, dan rumpun ilmu pengetahuan sosial lainnya, sekaligus pembimbing persiapan studi ke program terkait.
Kehadiran rumpun ini beralasan kuat pada struktur nasional. Bidang ekonomi dan ilmu sosial termasuk yang terbesar dalam populasi mahasiswa Indonesia, sehingga limpahan lulusannya turut mewarnai dunia les privat. Latar ini membekali pengajar dengan kemampuan membaca data, memahami sistem sosial, dan menautkan teori dengan kehidupan sehari-hari.
Proporsi rumpun ini disajikan sebagai pangsa relatif, memperlihatkan tempatnya dalam struktur kumpulan pengajar tanpa membuka jumlah mutlak. Perbandingannya dengan struktur nasional dibahas pada bab tersendiri.
Sumber: Analisis internal EduPoint (terindeks); PDDikti, Statistik Pendidikan Tinggi 2025.
Indeks keterwakilan almamater dipimpin kampus keguruan terkemuka, diikuti universitas negeri eks-IKIP dan perguruan tinggi negeri ternama.
Ditata menurut kampus asal, keterwakilan almamater pengajar memperlihatkan puncak yang jelas. Universitas Pendidikan Indonesia menempati indeks tertinggi, sejalan dengan reputasinya sebagai kampus penyiap tenaga pendidik terbesar. Di belakangnya berjajar universitas negeri eks-IKIP dan perguruan tinggi negeri terkemuka dari berbagai bidang.
Indeks relatif, kampus pemuncak = 100. Angka mutlak tidak ditampilkan; kampus dengan sampel kecil disembunyikan demi keterwakilan.
Lima kampus teratas seluruhnya berlatar keguruan, menegaskan warisan LPTK yang dibahas pada bab sebelumnya. Universitas negeri bidang sains, teknologi, dan ilmu umum, dari Gadjah Mada hingga Institut Teknologi Bandung, Brawijaya, dan Universitas Indonesia, melengkapi barisan dengan penguasaan bidang yang dalam.
Kampus dengan sampel kecil tidak ditampilkan demi menjaga keterwakilan. Sebaran ini dibaca sebagai bentuk struktur pasar nasional, disandarkan pada sebaran mahasiswa resmi agar bebas dari distorsi sampel.
Sumber: Analisis internal EduPoint (terindeks), diselaraskan dengan sebaran mahasiswa nasional; PDDikti, Statistik Pendidikan Tinggi 2025.
Almamater pengajar terkonsentrasi di koridor kampus Pulau Jawa, dipimpin Jawa Barat dan Jawa Timur, mencerminkan sebaran mahasiswa nasional.
Sebaran geografis almamater mengikuti peta perguruan tinggi nasional. Jawa Barat menempati indeks tertinggi, sejalan dengan populasi mahasiswanya yang terbesar di Indonesia, disusul Jawa Timur dan Jawa Tengah. DKI Jakarta hadir sebagai simpul ibu kota, sementara Daerah Istimewa Yogyakarta menonjol pada densitas mahasiswa yang tinggi relatif terhadap ukurannya.
Indeks relatif, provinsi pemuncak = 100, diselaraskan dengan sebaran mahasiswa nasional. Angka mutlak tidak ditampilkan; provinsi dengan sampel kecil disembunyikan demi keterwakilan.
Pola ini selaras dengan struktur pendidikan tinggi Indonesia. Menurut Pangkalan Data Pendidikan Tinggi dan Badan Pusat Statistik, populasi mahasiswa terbesar berada di provinsi-provinsi Jawa, sementara Yogyakarta dikenal sebagai kota pelajar dengan densitas mahasiswa paling padat meski berukuran kecil. Koridor inilah yang memasok sebagian besar almamater pengajar les privat.
Sumatera Utara muncul sebagai simpul terbesar di luar Jawa, ditopang kampus-kampus besar di Medan dan sekitarnya. Provinsi dengan sampel kecil tidak ditampilkan demi keterwakilan, dan indeks ini dibaca sebagai struktur pasar nasional yang disandarkan pada sebaran mahasiswa resmi.
Sumber: Analisis internal EduPoint (terindeks), diselaraskan dengan sebaran mahasiswa nasional; PDDikti & BPS, Statistik Pendidikan Tinggi 2025.
Mayoritas pengajar berjenjang sarjana atau mahasiswa tingkat akhir, dengan proporsi kecil berlatar magister dan doktor.
Ditata menurut jenjang akademik, kumpulan pengajar bertumpu pada gelar sarjana. Sebagian besar pengajar telah menuntaskan program sarjana atau tengah menempuh tahun-tahun akhirnya, membawa penguasaan materi yang masih hangat dan energi mengajar yang tinggi.
Pangsa relatif antar-jenjang (persen), berbasis komposisi internal Februari–Juni 2026. Angka mutlak tidak ditampilkan.
Proporsi kecil berlatar magister dan doktor menambah kedalaman pada kumpulan pengajar, terutama untuk mata pelajaran lanjut dan persiapan studi pascasarjana. Komposisi ini wajar bagi layanan yang menyasar jenjang sekolah dan persiapan masuk perguruan tinggi, tempat penguasaan sarjana sudah memadai untuk sebagian besar kebutuhan.
Struktur jenjang ini disajikan sebagai pangsa relatif, memperlihatkan bentuk komposisi tanpa membuka jumlah mutlak. Bagi keluarga, jenjang akademik adalah salah satu sinyal, dan bab berikutnya menautkannya dengan kesesuaian jurusan dan mata pelajaran.
Sumber: Analisis internal EduPoint (terindeks), komposisi pengajar Februari–Juni 2026.
Kesesuaian antara rumpun jurusan dan mata pelajaran yang diampu menjadi sinyal keahlian yang dapat dibaca keluarga.
Latar jurusan menemukan artinya ketika bertemu mata pelajaran yang diampu. Kesesuaian antara keduanya menjadi sinyal keahlian yang paling langsung: seorang lulusan pendidikan matematika mendampingi Matematika, lulusan sastra Inggris membimbing Bahasa Inggris, lulusan teknik menangani mata pelajaran eksakta lanjut.
| Rumpun jurusan | Klaster mata pelajaran yang paling sesuai |
|---|---|
| Keguruan & Kependidikan | Matematika sekolah, Bahasa, tematik SD, calistung |
| Sains & Teknologi | Matematika lanjut, Fisika, Kimia, pemrograman |
| Bahasa & Humaniora | Bahasa Inggris, bahasa asing, literasi, persiapan tes bahasa |
| Ekonomi, Bisnis & Sosial | Ekonomi, akuntansi, ilmu pengetahuan sosial |
| Kesehatan & Ilmu Hayati | Biologi, persiapan program kedokteran |
Pola penempatan internal memperlihatkan kesesuaian yang tinggi antara rumpun jurusan dan klaster mata pelajaran yang diampu. Kesesuaian ini bukan aturan kaku; seorang lulusan teknik yang menguasai pedagogi dapat mengajar Matematika sekolah dengan sangat baik. Namun sebagai pola umum, ia memberi keluarga penanda awal yang berguna.
Bagi penyedia layanan, kesesuaian ini menjadi dasar pencocokan yang cermat antara kebutuhan murid dan keahlian pengajar. Semakin dalam kumpulan pengajar pada tiap rumpun, semakin presisi pencocokan yang dapat dilakukan.
Sumber: Analisis internal EduPoint (terindeks), pola penempatan Februari–Juni 2026.
Struktur rumpun pengajar mencerminkan sebaran bidang studi nasional, tempat bidang pendidikan tercatat sebagai program studi terbesar di Indonesia.
Struktur rumpun pengajar les privat beresonansi dengan sebaran bidang studi mahasiswa Indonesia secara keseluruhan. Menurut Pangkalan Data Pendidikan Tinggi, bidang pendidikan tercatat sebagai program studi dengan jumlah mahasiswa terbesar di Indonesia, diikuti ekonomi, ilmu sosial, dan teknik.
| Bidang studi | Pangsa mahasiswa |
|---|---|
| Pendidikan | ± 21,5% |
| Ekonomi | ± 18,1% |
| Ilmu Sosial | ± 16,7% |
| Teknik | ± 16,1% |
| Matematika & IPA | ± 3,1% |
| Humaniora | ± 2,0% |
Kesejajaran ini menegaskan bahwa kumpulan pengajar les privat mencerminkan struktur pendidikan tinggi nasional, bukan sekumpulan latar yang terisolasi. Besarnya bidang pendidikan secara nasional berpadu dengan bekal pedagogi lulusannya, sehingga rumpun keguruan wajar memimpin kumpulan pengajar.
Perbedaan tetap ada dan bermakna. Rumpun sains dan teknologi tampil lebih menonjol dalam kumpulan pengajar dibanding pangsa Matematika dan IPA secara nasional, sejalan dengan permintaan mata pelajaran eksakta yang tinggi dalam les privat. Perbedaan inilah yang memberi kumpulan pengajar karakternya sendiri.
Sumber: PDDikti, Sebaran Bidang Studi Mahasiswa; analisis internal EduPoint (terindeks).
Latar kampus dan jurusan adalah salah satu sinyal kualitas, dilengkapi pengalaman mengajar, kesesuaian bidang, dan kecocokan dengan murid.
Latar pendidikan pengajar adalah sinyal kualitas yang penting, sekaligus bukan satu-satunya. Empat pilar kepercayaan, yaitu pengalaman, keahlian, otoritas, dan kelayakan dipercaya, dibangun dari beberapa penanda yang saling melengkapi. Almamater dan rumpun jurusan menyumbang pada keahlian dan otoritas, sementara pengalaman mengajar dan kecocokan dengan murid melengkapi gambaran.
Membaca sinyal ini secara berimbang membantu keluarga membuat keputusan yang tenang. Kampus ternama memberi keyakinan awal, namun kecocokan dengan murid dan konsistensi pendampingan menentukan hasil pada akhirnya. Proses seleksi dan pembinaan pengajar yang baik menautkan semua sinyal ini menjadi mutu layanan yang terjaga.
Bagi penyedia layanan, tanggung jawab terletak pada penautan sinyal-sinyal ini secara jujur: menampilkan latar pengajar apa adanya, mencocokkan keahlian dengan kebutuhan, dan menjaga mutu melalui pembinaan. Transparansi profil pengajar adalah wujud paling nyata dari kelayakan dipercaya.
Sumber: UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen; analisis internal EduPoint (terindeks).
Temuan profil pengajar mengarahkan langkah bagi keluarga, penyedia layanan, dan pemangku kepentingan pendidikan.
Rumpun keguruan tetap menjadi tulang punggung, keterampilan digital menua jadi arus utama, dan keterbukaan profil pengajar menguat sebagai standar.
Tiga arah tampak menguat. Pertama, rumpun keguruan akan tetap menjadi tulang punggung kumpulan pengajar, ditopang besarnya kapasitas pendidikan guru nasional. Kedua, pengajar berlatar keterampilan digital, dari pemrograman hingga kecerdasan buatan, akan tumbuh seiring bergesernya permintaan keluarga. Ketiga, keterbukaan profil pengajar menguat sebagai standar layanan yang dinanti keluarga.
Laporan ini adalah potret satu periode, sehingga proyeksinya bersifat indikatif. Edisi berikutnya akan memperluas rentang waktu agar pergeseran komposisi rumpun dan almamater antar-tahun terbaca, membangun rujukan yang makin kaya tentang siapa yang mengajar anak-anak Indonesia.
Laporan ini memadukan dua lajur data. Lajur internal berasal dari platform EduPoint dan disajikan dalam bentuk terindeks, yaitu proporsi, peringkat, atau indeks relatif, tanpa angka mutlak. Lajur eksternal berasal dari sumber resmi dan dikutip langsung. Pemisahan ini menjaga kerahasiaan sekaligus kredibilitas.
Komposisi pengajar internal mencakup periode Februari–Juni 2026. Karena rentang ini pendek, laporan disusun sebagai potret keadaan terkini, bukan analisis tren tahun-ke-tahun. Rujukan struktural bersandar pada statistik pendidikan tinggi resmi.
Rumpun jurusan dikelompokkan dari program studi pengajar terdaftar ke dalam enam kategori besar. Almamater dihitung dari kampus asal yang tercantum. Jenjang akademik dihitung dari gelar tertinggi atau status studi yang sedang berjalan.
Seluruh besaran internal diubah menjadi proporsi, peringkat, atau indeks relatif. Tidak ada jumlah mutlak pengajar, tarif, atau metrik bisnis yang ditampilkan. Tujuannya menyajikan struktur latar pengajar tanpa membuka data operasional.
Indeks almamater dan sebaran provinsi diselaraskan dengan sebaran mahasiswa nasional (PDDikti/BPS) agar mencerminkan struktur himpunan talenta yang sesungguhnya, bukan distorsi sampel.
Kampus dan kategori dengan sampel kecil disembunyikan untuk menjaga keterwakilan dan privasi. Pembacaan difokuskan pada rumpun dan almamater dengan dukungan data memadai.
Sebagai potret satu periode, laporan ini belum menangkap pergeseran komposisi antar-tahun. Pengelompokan rumpun jurusan juga menyederhanakan keragaman program studi. Edisi berikutnya akan memperkaya rentang waktu dan rincian rumpun agar tren jangka panjang dapat dibaca.
Lampiran A
Rangkuman seluruh proporsi dan indeks yang dipakai dalam laporan ini. Semua nilai bersifat relatif (terindeks) dan tidak mewakili jumlah mutlak.
| Rumpun | Pangsa |
|---|---|
| Keguruan & Kependidikan | ≈34% |
| Sains & Teknologi | ≈27% |
| Bahasa & Humaniora | ≈15% |
| Ekonomi, Bisnis & Sosial | ≈13% |
| Kesehatan & Ilmu Hayati | ≈7% |
| Seni & lainnya | ≈4% |
| Kampus | Indeks |
|---|---|
| Univ. Pendidikan Indonesia | 100 |
| Univ. Negeri Yogyakarta | 58 |
| Univ. Negeri Semarang | 55 |
| Univ. Negeri Malang | 51 |
| Univ. Negeri Surabaya | 47 |
| Univ. Negeri Jakarta | 43 |
| Univ. Gadjah Mada | 40 |
| Institut Teknologi Bandung | 36 |
| Provinsi | Indeks |
|---|---|
| Jawa Barat | 100 |
| Jawa Timur | 91 |
| Jawa Tengah | 74 |
| DKI Jakarta | 63 |
| DI Yogyakarta | 57 |
| Sumatera Utara | 36 |
| Jenjang | Pangsa |
|---|---|
| Sarjana & mahasiswa tingkat akhir | ≈82% |
| Magister (S2) | ≈15% |
| Doktor (S3) | ≈3% |
Lampiran B
Tim Riset EduPoint. (2026). Profil Guru Les 2026: Sebaran Kampus dan Rumpun Jurusan Pengajar. Riset Pendidikan EduPoint. EduPoint Indonesia. https://edupoint.id/id/riset/laporan/profil-guru-les-kampus-jurusan-2026
@techreport{edupoint-profil-guru-les-kampus-jurusan-2026-2026,
title = {Profil Guru Les 2026: Sebaran Kampus dan Rumpun Jurusan Pengajar},
author = {{Tim Riset EduPoint}},
institution = {EduPoint Indonesia},
type = {Riset Pendidikan EduPoint},
year = {2026},
url = {https://edupoint.id/id/riset/laporan/profil-guru-les-kampus-jurusan-2026},
}EduPoint mencocokkan keluarga dengan pengajar les privat yang latar kampus dan jurusannya sesuai kebutuhan belajar anak, dari akademik hingga keterampilan baru.
Cari Guru Les Privat