Les bahasa Arab agama untuk Anda yang ingin mengerti arti tiap kata Al-Quran, hadits, doa, dan kitab turats. Setelah lancar membaca, kini saatnya paham maknanya. Dibimbing ustadz alumni Ilmu Al-Quran, Ilmu Hadis, dan Al-Azhar dengan terjemah lafziyah dan kaidah nahwu-sharaf bertahap.





Les Arab agama adalah bimbingan bahasa Arab yang difokuskan untuk memahami teks keagamaan: Al-Quran, hadits, doa harian, bacaan shalat, hingga kitab turats (kitab kuning). Berbeda dengan kursus bahasa Arab percakapan, program ini menekankan terjemah lafziyah (arti per kata) dan kaidah nahwu-sharaf agar Anda bisa membongkar struktur kalimat ayat dan menangkap maknanya sendiri. Cocok bagi yang sudah bisa membaca Al-Quran tetapi belum mengerti artinya.
Ustadz datang ke rumah, menyimak lewat layar, atau satu keluarga belajar bersama. Pilih format yang paling pas dengan jadwal ibadah dan kesibukan Anda.
Ustadz/ustadzah datang ke rumah membawa mushaf dan kitab
Via Zoom/Google Meet dengan mushaf dan kitab digital
Belajar memahami ayat bersama 2-4 anggota keluarga
Perjalanan dari mengerti arti bacaan shalat hingga mampu membaca kitab klasik tanpa harakat.
Untuk yang sudah bisa membaca Al-Quran tapi belum paham artinya. Mengenal kosakata yang paling sering muncul dan arti bacaan shalat serta doa harian.
Fokus Belajar:
Belajar sharaf: bagaimana satu akar kata berubah menjadi banyak bentuk. Dengan ini Anda bisa menebak arti kata baru yang seakar dan menerjemahkan ayat sederhana.
Fokus Belajar:
Memahami struktur kalimat Arab: subjek, predikat, objek, dan perubahan harakat akhir (i'rab). Inti agar bisa membongkar ayat panjang dan matan hadits.
Fokus Belajar:
Menerapkan nahwu-sharaf untuk membaca kitab gundul: memberi harakat sendiri, memahami matan dan syarah kitab fiqih, tafsir ringkas, serta akhlak.
Fokus Belajar:
Disusun supaya tiap kaidah bahasa langsung dipakai membedah teks keagamaan.
Membangun perbendaharaan kata dari ayat yang sering dibaca
Perubahan bentuk kata dari satu akar
Tata kalimat dan tanda i'rab
Menerjemahkan ayat kata demi kata
Membedah hadits pendek dan doa
Membaca kitab klasik tanpa harakat
Sebagian ingin khusyuk shalat, sebagian ingin membaca kitab pesantren, sebagian menyiapkan studi Islam. Setiap niat punya jalur belajar tersendiri.
Lancar membaca Al-Quran sejak kecil, tetapi belum mengerti makna yang dibaca
Rekomendasi:
Ingin mengerti setiap kalimat bacaan shalat dan doa agar ibadah lebih bermakna
Rekomendasi:
Ingin mampu membaca kitab kuning (gundul) yang dipakai di pesantren dan kajian
Rekomendasi:
Pelajar SMP/SMA yang ingin paham Al-Quran lebih dari sekadar hafalan
Rekomendasi:
Pekerja yang ingin mendalami makna Al-Quran di sela kesibukan
Rekomendasi:
Saudara baru yang ingin memahami Al-Quran dan teks doa dari dasar
Rekomendasi:
Menyiapkan diri kuliah jurusan keislaman yang menuntut bahasa Arab teks
Rekomendasi:
Pengajar mengaji yang ingin menambah pemahaman makna untuk diajarkan
Rekomendasi:
Memahami bahasa Arab agama itu berjenjang. Setiap anak tangga membuka teks keagamaan yang lebih dalam, dengan bekal nahwu-sharaf yang ditambah sedikit demi sedikit.
Mengerti arti yang setiap hari diucapkan
Mulai dari teks yang paling sering dibaca: surat-surat pendek, bacaan shalat, doa harian, dan dzikir. Anda belajar arti per kata sehingga ibadah terasa lebih hidup dan khusyuk.
Membuka: Paham makna Al-Fatihah, bacaan rukuk-sujud, dan doa sehari-hari
Menerjemahkan ayat kata demi kata sendiri
Belajar mengenali pola kata kerja, kata benda, dan kata sambung dalam ayat. Dengan sharaf dasar, Anda bisa menebak akar kata dan menerjemahkan ayat Juz Amma tanpa selalu membuka terjemah.
Membuka: Menerjemahkan sendiri surat-surat di Juz Amma dan Juz 29
Mengurai jabatan tiap kata dalam ayat
Masuk ke nahwu: mengenali subjek, predikat, objek, dan tanda i'rab. Anda mulai bisa menjelaskan kenapa harakat akhir kata berubah dan bagaimana itu mengubah arti ayat atau hadits.
Membuka: Menganalisis ayat panjang dan matan hadits arba'in
Membaca teks klasik tanpa harakat
Puncak tangga: membaca kitab gundul (tanpa harakat) seperti kitab fiqih, tafsir ringkas, dan akhlak. Dengan nahwu-sharaf yang kokoh, Anda bisa memberi harakat sendiri dan memahami isi kitab yang dipakai di pesantren.
Membuka: Membaca kitab turats dasar secara mandiri
Setelah keempat tangga: Lulus keempat tangga, Anda tidak lagi bergantung pada terjemahan orang lain. Anda bisa mendekati Al-Quran, hadits, dan kitab dengan pemahaman sendiri yang lebih utuh.
Kekeliruan yang paling sering kami temui pada pembelajar bahasa Arab Al-Quran, dan cara ustadz menguraikannya.
Kenapa terjadi
Sejak kecil diajari membaca tanpa pernah diajak mengartikan, sehingga otak terbiasa melafalkan tanpa mencerna makna.
Cara kami mengatasinya
Ustadz memulai dari kosakata yang paling sering muncul dan arti bacaan shalat, supaya makna langsung terasa di teks yang sudah akrab.
Kenapa terjadi
Belajar nahwu dari hafalan matan saja, tanpa langsung membongkar ayat, membuat kaidah terasa kering dan cepat lupa.
Cara kami mengatasinya
Setiap kaidah baru langsung dipraktikkan pada ayat atau hadits, sehingga nahwu berfungsi sebagai alat membaca yang hidup dan terus terpakai.
Kenapa terjadi
Lompat ke kitab klasik sebelum sharaf dan pola kata mantap, sehingga setiap baris terasa seperti tebak-tebakan.
Cara kami mengatasinya
Ustadz menahan dulu di latihan sharaf dan i'rab teks berharakat, baru menaikkan ke kitab gundul setelah polanya melekat.
Kenapa terjadi
Salah memilih program: kelas percakapan modern fokus dialog sehari-hari, bukan struktur teks Al-Quran dan kitab.
Cara kami mengatasinya
Kami mengarahkan ke jalur teks keagamaan: terjemah lafziyah dan nahwu-sharaf yang memang dipakai membaca Al-Quran dan turats.
Kenapa terjadi
Tanpa target jelas dan teks nyata, pembelajar tidak merasakan hasil sehingga semangat cepat surut.
Cara kami mengatasinya
Ustadz memasang target per pekan pada surat atau hadits tertentu, sehingga setiap pertemuan ada teks baru yang berhasil dipahami.
Hambatan ini wajar dan bisa dilewati. Kuncinya ada pada ketepatan jalur belajar, lebih menentukan daripada sekadar menambah jam.
Fokus pada pemahaman teks keagamaan, dibimbing ustadz spesialis Al-Quran dan kitab, dengan jalur yang menyesuaikan niat tiap siswa.
Ustadz berlatar Ilmu Al-Quran/Tafsir dan Ilmu Hadis, terbiasa membedah ayat, hadits, dan kitab dengan kedalaman teks keagamaan
Belajar arti per kata sehingga Anda bisa menerjemahkan ayat sendiri, bukan menghafal terjemahan jadi
Setiap kaidah langsung diterapkan pada ayat dan hadits nyata, jadi terasa berguna dan tidak cepat lupa
Jalur belajar mengantar Anda hingga mampu membaca kitab turats tanpa harakat secara mandiri
Les di rumah untuk 50+ kota atau les online dari mana saja, dengan jadwal menyesuaikan kesibukan
Mau khusyuk shalat, baca kitab, atau siapkan studi Islam, jalur belajar disesuaikan dengan evaluasi berkala
Mahasiswa dan alumni Ilmu Al-Quran dan Tafsir, Ilmu Hadis, serta Pendidikan Bahasa Arab dari UIN, IIQ, Gontor, dan Al-Azhar.
Catatan jujur dari pembelajar yang dulu hanya bisa membaca, kini mulai mengerti arti yang dibacanya.
Investasi untuk memahami Al-Quran dan kitab sepanjang hayat
Untuk yang baru mulai memahami arti bacaan
Rp 55.000/sesi • 8x pertemuan
Berlaku 2 bulan
Untuk progress konsisten memahami ayat
Rp 60.000/sesi • 12x pertemuan
Berlaku 3 bulan
Fokus nahwu-sharaf hingga baca kitab gundul
Rp 65.000/sesi • 16x pertemuan
Berlaku 4 bulan
Harga per sesi, dapat berubah sewaktu-waktu sesuai ketentuan
Les online via Zoom/Google Meet tersedia untuk siswa di seluruh Indonesia dan luar negeri. Jadwal fleksibel menyesuaikan timezone.
Les tatap muka dengan ustadz/ustadzah datang ke rumah tersedia di 50+ kota
Tonggak nyata pembelajar les Arab agama EduPoint.
Tantangan
Hafal Juz 30 sejak SD tapi tidak tahu arti satu ayat pun
Tantangan
Ingin shalat lebih khusyuk dengan memahami yang dibaca
Tantangan
Ingin bisa membaca kitab kuning tanpa harakat
Program lain yang mungkin sesuai untuk Anda
Ikut konsultasi gratis untuk mengukur kemampuan baca dan pemahaman Anda, lalu pilih jalur Arab agama yang tepat: makna ibadah, terjemah ayat, atau membaca kitab.