Cara Belajar dari Kesalahan – Paduan Praktis!

Kesalahan adalah medium terbaik untuk belajar. Gunakan momentum ini sebaik mungkin!

Share: 

Daftar Isi

Dari salah mengerjakan tugas hingga salah memilih jalan hidup. Melakukan kesalahan adalah bagian pasti dari kehidupan manusia. Tidak ada satu pun manusia yang kebal dari kesalahan.

Ketika berbuat salah, kita biasanya mengatakan “saya tidak akan mengulanginya lagi”. Hanya saja kita kadang terjebak mengulangi kesalahan yang sama.

Kesalahan memang terlihat seperti akhir dunia, tapi tahukah kamu bahwa kesalahan yang kita lakukan itu bisa menjadi kesempatan belajar yang berharga? Kita dapat menemukan banyak pelajaran dari kesalahan dan membantu meningkatkan keahlian dan pengetahuan kita.

Jadi bagaimana cara menjadikan kesalahan sebagai kesempatan untuk belajar? Bagaimana cara agar kita tidak terjebak melakukan kesalahan yang sama? Di paduan ini, kita akan membahas konsep kesalahan mulai dari definisi kesalahan, mengapa kita melakukan kesalahan, dan cara untuk belajar dari kesalahan.

Apa yang dimaksud kesalahan?

Menurut KBBI, salah adalah tidak benar; tidak betul, keliru, dan menyimpang dari yang seharusnya.

Kesalahan biasanya dikaitkan dengan kegagalan, tapi sebenarnya berbeda.  Beberapa kesalahan bisa mengakibatkan kegagalan, sebagian kesalahan juga bisa mengakibatkan kesuksesan. Dari sini salah dan gagal adalah suatu hal yang sama.

Takut gagal itu wajar, tetapi karena manusia tidak sempurna, berbuat salah tidak bisa dihindari. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa belajar dari kesalahan kita dan menjadikannya kesempatan untuk berkembang.

Mengapa kita Melakukan Kesalahan

Joseph T. Hallinan, dalam bukunya Epic Fail: Why We Make Mistakes, mengatakan bahwa kesalahan bukan hasil dari cacat karakter pribadi, tetapi karena tabiat manusia memang seperti itu.

Pertama, pandangan kita terbatas. Keterbatasan pandangan kita berhubungan dengan perasaan psikologis kita tentang apa yang kita lihat. Setiap momen akan tampak berbeda bagi setiap orang, tergantung bagaimana cara seseorang memandang. Akhirnya dibanding melihat gambar lengkapnya, kita cenderung membuatnya dalam pikiran kita sendiri. Pikiran kita akan membuat citra berdasarkan siapa yang paling kita kenali, dan apa yang kita inginkan terjadi. Dari sini sudah jelas bahwa manusia siapapun rentan melakukan kesalahan.

Selain itu, manusia belajar dengan cara membuat koneksi di otak. Sesuatu yang tidak beraturan, atau tidak memiliki koneksi dengan pengetahuan sebelumnya, ketika kita melakukannya, akan menjadi kesalahan.

Manusia juga makhluk sederhana, yang selalu ingin menyederhanakan informasi agar lebih koheren. Kita biasanya mengingat apa yang benar-benar penting. Kadang juga suatu yang tidak dianggap penting justru itu menjadi hal kunci, dari sini biasanya kesalahan terjadi.

Jadi bagaimanapun, semua manusia melakukan kesalahan.

13 Cara Belajar dari Kesalahan

1. Sadari dan Akui Kesalahan

Sebelum kamu bisa belajar dari kesalahan, hal yang pertama harus dilakukan adalah mengakui bahwa kamu telah melakukan kesalahan. Dengan mengakui kita berbuat salah, maka dari sini kesempatan belajar dari kesalahan mulai terbuka luas. Banyak orang yang jatuh dalam kesalahan yang sama, karena mereka tidak mengenali dan mengakui kesalahannya.

Jika dari kesalahan ini perlu meminta maaf, sebelum meminta maaf kepada orang lain, kamu perlu memaafkan diri sendiri terlebih dahulu. Ini adalah kunci agar kamu bisa berkembang dan belajar dari kesalahan.

Setelah memaafkan diri sendiri, bisa dilanjutkan dengan meminta maaf kepada orang lain yang berkaitan. mengakui bahwa kita telah melakukan sesuatu yang salah bisa membebaskan kita dari beban memikul kesalahan itu sendiri sendiri atau merasa takut akan konsekuensinya. Meminta maaf menunjukkan bahwa kita bersedia mengambil tanggung jawab dan ingin berkembang.

2. Jangan Berkutat dengan Masa Lalu

Sering kali kita memikirkan sesuatu yang sudah terjadi di masa lalu, mulai dari pertengkaran dengan sahabat, jatuh dari motor, atau hal buruk lainnya. Tetapi terlalu memikirkan masa lalu adalah penghalang terbesar untuk pengembangan dan perbaikan diri.

Terus mengulang masa lalu seperti mengulang-ulang cerita yang sama di pikiran dan mengharapkan akhir yang berbeda. Terlalu banyak berpikir bukan hanya membuka luka lama yang sama, tetapi juga menyebabkan kecemasan hingga depresi. Ingat, waktu terus berjalan, dan hidup pun harus terus berjalan. Jadi, mulailah dengan berdamai dengan kesalahanmu.

3. Ubah Perspektif tentang Kesalahan

Cara kamu melihat kesalahan menentukan reaksi yang akan kamu lakukan terhadapnya.

Lihatlah kesalahan dari sisi positif dengan mindset (pola pikir) yang tepat. Pola pikir memiliki peran penting dalam cara kamu melihat kesalahan and cara bereaksi terhadapnya.

Terapkan Growth Mindset (mindset berkembang). Jika kamu menerapkan mindset berkembang, maka kamu akan melihat kesalahan sebagai kesempatan untuk berkembang. Sebaliknya, jika kamu menerapkan Fixed Mindset (Mindset Tetap), maka kamu cenderung melakukan kesalahan yang sama, karena berpikir bahwa kesalahan adalah tabiat bawaan yang tidak dapat diubah.

4. Analisis kesalahan

Selanjutnya, Kamu perlu menganalisis kesalahan secara jujur dan objektif. Tanyakan pada diri sendiri apa yang kamu coba lakukan, apa yang salah, dan mengapa. Memahami bagaimana hal itu terjadi akan membantumu membuat pilihan yang lebih tepat di masa mendatang, sehingga kesalahan serupa tidak terjadi lagi.

Selain itu, kamu bisa menganalisis kesalahan dengan menerapkan teknik 5 whys karya Sakichi Toyoda, penemu, dan pendiri Toyota. Teknik toyota ini masih digunakan untuk untuk memecahkan kesalahan hingga saat ini.

Metodenya sangat sederhana: saat terjadi kesalahan, kamu telusuri akar masalahnya dengan bertanya “Mengapa?” lima kali. Kemudian, ketika alasan-alasannya mulai jelas, mulai rancang strategi untuk perbaikannya.

5. Minta Bantuan dan Feedback jika Diperlukan

Dalam beberapa kasus, kamu mungkin bukan satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas suatu tugas atau pekerjaan. Dalam hal ini, bertanya kepada orang lain yang terlibat itu sangat penting. Dengan bertanya kepada orang yang terlibat akan membantumu untuk menganalisis kesalahan dan memperoleh perspektif yang lebih luas.

Kamu juga bisa bertanya kepada individu yang lebih senior dan meminta kritik konstruktif dari mereka. Tanyakan kepada mereka apa yang bisa kamu lakukan agar bisa lebih baik lagi ke depannya. Sikap seperti ini menunjukkan kemauanmu untuk belajar dan berkembang.

6. Identifikasi pelajaran yang bisa diambil

Setelah kamu menganalisis dan menemukan kesalahan, langkah selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah menemukan pelajaran dari kesalahan-kesalahan tersebut.

Pelajaran dari kesalahan bisa bermacam-macam, tergantung kesalahan yang kamu hadapi. Kesalahan mengajari kamu sesuatu yang tidak kamu sadari sebelumnya. Kesalahan juga dapat menunjukkan kepadamu di mana kamu perlu meningkatkan keterampilanmu.

Misalnya, terlambat mengerjakan tugas, dari sini bisa diambil pelajaran mungkin kamu perlu meningkatkan keterampilan dalam manajemen waktu. Atau gagal menggapai tujuan, mungkin ini menunjukkan kamu perlu strategi yang lebih tepat dalam menetapkan tujuan.

7. Kumpulkan Pengetahuan yang berkaitan

Setelah mengidentifikasi pelajaran yang bisa diambil, silakan lakukan riset mengenai beberapa keahlian atau pengetahuan yang memiliki kaitan dengan pelajaran tersebut.

Contohnya jika pelajaran yang bisa diambil adalah manajemen waktu, cari beberapa sumber atau materi tentang manajemen waktu. Materi dan pengetahuan itu dikumpulkan sebagai bahan kamu untuk belajar dan berkembang.

8. Rancang Rencana Pembelajaran Pribadi

Jika materi sudah lengkap, kamu perlu merancang rencana pembelajaran pribadi. Rencana pembelajaran ini hampir seperti rencana pembelajaran yang biasa dibuat di sekolah atau universitas, bedanya ini khusus untuk pribadi. Formatnya pun sesuka hati.

9. Mulai Latihan dan Praktik yang efektif

Menemukan kesalahan dan mengambil pelajaran, dan merancang rencana perbaikan bisa jadi mudah, tetapi penerapannya bisa sangat sulit. Tahapan penerapan adalah tahapan yang paling kompleks dari proses belajar dari kesalahan.

Bertindak atas apa yang sudah kamu pelajari membutuhkan motivasi dan disiplin yang kuat, karena pelajaran yang muncul dari kesalahan diri sendiri biasanya adalah sesuatu yang sulit untuk diubah. Artinya mengubah diri dari kesalahan sendiri perlu usaha keras karena membutuhkan perubahan kebiasaan lama dan pembentukan kebiasaan baru.

Latihan terbaik adalah latihan yang dilakukan secara bertahap. Hati-hati dengan perbaikan cepat atau latihan yang terlalu intensif (cramming). Hal ini bisa berbahaya untuk diri sendiri, dan jika dilakukan dalam tim, ini bisa membahayakan keseluruhan tim.

 10. Lakukan Refleksi dan Evaluasi Prosesnya

Pantau proses belajar kamu dengan mengecek, mengevaluasi, merencanakan kembali, dan mempraktikkannya kembali.

Melakukan refleksi dan evaluasi secara berkala terhadap proses pengembangan diri juga dapat membantumu untuk terus bangkit kembali. Karena dalam prosesnya, semangat kita bisa naik dan turun, selain itu juga usaha kita kadang hanya bertahan beberapa hari atau beberapa minggu saja. Maka sangat diperlukan melakukan refleksi dan evaluasi berkala.

Melakukan refleksi dan evaluasi bisa dengan menulis jurnal secara periodik, atau berbicara dengan seseorang yang kamu percayai.

Melacak dan mengevaluasi prosesmu akan meningkatkan percaya diri dan memberi kamu rasa syukur akan pertumbuhan yang sudah dilalui. Temukan beberapa hal yang telah berhasil dan identifikasi area yang masih perlu ditingkatkan.

11. Ajarkan orang lain

Salah satu cara belajar terbaik adalah dengan belajar. Kamu bisa memberi tahu orang lain yang memiliki kondisi yang sama tentang beberapa pelajaran yang telah kamu pelajari dari kesalahan yang telah berlalu.

Mengajar dan memberitahu orang lain dapat membantumu untuk menghindari kesalahan yang sama terjadi berulang kali, juga menjadi kesempatan untuk membangun hubungan dengan orang lain. Selain itu, mengajari orang lain apa yang telah kamu pelajari dapat menguatkan pelajaran dalam ingatan.

12. Miliki Mindset belajar

Memiliki mindset belajar artinya adalah menganggap diri Anda terus-menerus belajar. Menjaga mindset belajar dapat membantu kamu untuk melihat kesalahan sebagai pelajaran dan peluang pertumbuhan. Daripada memikirkan kesalahan yang telah kamu buat, anggap saja kesalahan sebagai pengalaman positif yang membantu kamu untuk tumbuh dan berkembang.

Lihatlah setiap pengalaman sebagai kesempatan untuk meningkatkan keahlian dan pengetahuan. Pola pikir seperti ini akan membantu kamu untuk tetap fokus pada hal positif dan memungkinkan dirimu untuk mengenali kesalahan sebagai peluang untuk belajar, bukan kegagalan.

13. Bersiaplah untuk Kesalahan yang Baru

Tidak melakukan kesalahan artinya tidak melakukan gerakan. Setiap gerakan akan selalu memiliki risiko kesalahan. Jika kamu telah move on dari satu kesalahan, tantang lagi dirimu untuk bergerak di tingkatan selanjutnya, yang tentunya akan berisiko melakukan kesalahan yang baru.

Kesalahan itu natural, bahkan dengan perencanaan yang super matang pun, kesalahan bisa terjadi. Jadi, ketika mencoba meningkatkan diri lagi, kesalahan bisa saja terjadi, tetapi kamu dapat meminimalkan dampaknya dengan terus belajar dari kesalahan-kesalahan lama.

Jadi, salah lagi tidak apa-apa, maafkan diri dan terus berkembang.

Poin Kunci

Kesalahan adalah pelajaran hidup yang akan membantu kamu untuk menjelajahi cakrawala baru, mempelajari keterampilan baru, atau memperbaiki sistem yang ada agar lebih produktif dan lebih baik.

Kesalahan adalah kesempatan untuk berbuat lebih baik, dan kita harus bisa banyak belajar dari setiap kesalahan yang kita buat.

Selain itu, cobalah untuk berpikir ke depan dan rencanakan cara menangani kesalahan dan cara menghindarinya di masa mendatang. keahlian ini sangat penting untuk kesuksesan jangka panjang.

Referensi

  1. Argyris, C. (1991). Teaching smart people how to learn. Harvard Business Review, 69(3).
  2. Dweck, C. S. (2006). Mindset: The new psychology of success. New York, NY: Random House.
  3. Edmondson, A. (2011). Strategies for learning from failure. Harvard Business Review, 89(4).
  4. Gottlieb, R. (2020). Maybe you made a mistake. Here’s how to fix it. The New York Times. Retrieved from https://www.nytimes.com/2020/12/22/smarter-living/how-to-fix-mistakes.html
  5. Kane, R. (2016). Learning from mistakes: A guidebook for transforming mistakes into success. Phoenix, AZ: Kane Learning.